19 Mar 2012

METODE KERJA PENERIMAAN MATERIAL

1. Periksa semua material (termasuk equipment) yang dikirim ke lapangan/proyek harus di-inspeksi terhadap kerusakan di jalan.

2. Periksa semua material (termasuk equipment) harus di-identifikasi dengan label, cap, marking, pening, dll dan tipe, ukuran, volume, jenis material, kapasitas, berat, grade, treatment, finish, pattern, warna, dll harus sesuai dengan permintaan.

3. Periksa persyaratan sertifikat, garansi atau pernyataan tertulis dari vendor atau supplier.

4. Periksa container yang datang dalam keadaan tertutup, terkunci, disegel dan dilabel dengan baik.

5. Periksa adanya proteksi material (palet, plastik, dll) dan gudang yang cukup luas untuk menampung material. Material tidak dikirim ke lapangan jika belum ada proteksi yang memadai dan gudang yang cukup.

6. Periksa material yang dikirim adalah tepat waktunya (Sequence of Construction).
Periksa lokasi dan penempatan material telah terdokumentasi seperti yang disyaratkan.
Khusus pemeriksaan material pasir :
Pasir dimasukkan ke dalam gelas ukur, lalu diisi air bersih kemudian dikocok selama 1 menit, diamkan selama 10 menit, diukur kadar lumpur di dalam pasir dengan membandingkan  tinggi endapan di dalam gelas ukur, disyaratkan maksimum 5 %.

7. Khusus pemeriksaan material kayu, disyaratkan kayu tidak busuk/keropos & lurus. Mata kayu dalam 1 batang tidak lebih dari 1 buah.

8. Khusus pemeriksaan material beton diisyaratkan mengikuti Work Instruction Slump Test, tinggi slump sesuai spesifikasi dan trialmix.  Periksa waktu setting beton dalam perjalanan tidak melebihi waktu yang disyaratkan.  Kalau lebih dari waktu tersebut, beton harus ditolak.
Pemeriksaan kedatangan material baja yang harus diperhatikan:
- Kesesuaian dimensi baja dengan surat jalan
- Kebenaran jumlah baja yang diterima dengan surat jalan
- kelengkapan marking/ penandaan pada baja
- Adanya lampiran mill sheet baja